Kamis, 14 Februari 2008

LINGKUNGAN : EMANG GUE HARUS PIKIRIN

LINGKUNGAN : EMANG GUE HARUS PIKIRIN
Kalimat judul di atas merupakan plesetan dari kalimat yang akrab ditelinga yang sering diucapkan dengan dialeg Betawi, yakni Emang gue pikirin.Dan itu menunjukkan suatu keputusan bersikap yang berdekatan dengan makna cuek, acuh, tidak peduli, bahkan tidak gelisah dengan apa yang dialami, ditemui.
Namun, untuk saat ini ketika aneka bencana melanda, dari tsunami Aceh, gempa Jogja, angin puting beliung di Jawa Barat dan Jawa Timur, gelombang pasang, banjir di Jakarta dan Tangerang, Lumpur Lapindo, dsb. kita boleh bertanya, ada apa dengan alam ini?
Lingkungan alam telah rusak. Lapisan Ozon semakin menipis, air sudah tercemar, tanah sudah jenuh daya resapnya, pemanasan sudah mendunia dan volumi air laut semakin besar yang disebabkan oleh mencairya pegunungan es.Mengapa lapisan Ozon menipis sehingga sinar matahari dengan lugas menerobos masuk atmosfir dan langsung ke bumi tanpa ada filter lagi? mengapa air sebagai sumber terpenting bagi kehidupan sudah tidak murni lagi karena tercemar dan membahayakan kesehatan? Mengapa tanah sudah jenuh dan tidak mampu lagi menyerap air hujan datau air yang lain yang menimpanya, sehingga air terus melaju sesuai sifatnya dan berdampak menjadi banjir bandang?Mengapa pegunungan es mencair dan menambah volume air laut, sehingga menyebabkan tingginy air pasang dan gelombang, serta tidak mampu lagi menampung air hujan yang mengalir lewat sungai yang mengarah ke laut?
Jawabannya adalah, kita terlalu sembrono dan bodoh dalam memperlakukan alam ini.Kesembronoan dan kebodohan tersebut tercermin dari berbagai bentuk pengelolaan kehidupan itu sendiri. Banyak tuntutan kebutuhan kayu, sehingga main babat saja hutan, peduli amat ia menjadi gundul. Banyak kebutuhan rumah tangga, pertanian, atau pabrikan untuk meni mempermudah pengatasan masalah dan meningkatkan produksi dengan sarana bahan kimia dan justru membunuh bakteri pengurai ataupun apa namanya yang membuat tanah tersebut tdiak lagi memproses dirinya menjadi yang alami dan subur.
Nah sekarang, setelah tahu hal tersebut kita jugalah yang mesti bertanggung jawab atas dampak-dampak yang menjadikan bumi semakin tidak layak untuk dihuni. Kita harus memualai kembali mempertahankan keharminasan alam yang telah tercipta indah adanya. Kita harus mulai dari diri sendiri. Kita tidak lagi bisa berkata Lingkungan: Emang Gue Pikiran, tetapi menggantinya dengan : Lingkungan Emang Gue harus pikiran

Tidak ada komentar: